| dc.description.abstract | Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Institut ITSI, Deli Serdang, Sumatera
Utara, pada bulan Februari-Mei 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) non-faktorial dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi
P0 (NPKMg 45 g/polybag) sebagai kontrol, dan P1–P4 (Abu TKKS 113,4 g; 170,1
g; 226,8 g; 283,5 g/polybag). Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter
batang, jumlah daun, panjang akar, volume akar, bobot segar, dan bobot kering
akar/tajuk. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan Uji
Jarak Duncan, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa P0 memberikan pertumbuhan awal yang lebih
cepat pada beberapa parameter, seperti tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun,
dan bobot segar tajuk, pada periode tertentu. Namun, secara keseluruhan, perbedaan
antara pupuk anorganik (NPKMg) dan organik (Abu TKKS) tidak signifikan pada
sebagian besar parameter, kecuali pada beberapa pengamatan, misalnya
peningkatan jumlah daun di P4 pada 16 MST. Temuan ini menunjukkan bahwa Abu
TKKS mampu memberikan hasil yang sebanding dengan NPKMg, meskipun
bersifat pelepasan hara lambat (slow release).
Dari sisi ekonomi, P1 menghasilkan HPP terendah (Rp51.390), menunjukkan
efisiensi biaya tertinggi, sementara P0 memiliki HPP menengah (Rp51.835).
Dengan demikian, Abu TKKS berpotensi menjadi alternatif pupuk yang lebih
ekonomis, terutama pada dosis rendah. Disarankan penelitian lanjutan dengan
jangka yang lebih panjang dan kombinasi pupuk (NPKMg dan Abu TKKS) dengan
dosis tertentu untuk optimasi hasil dan efisiensi biaya. | en_US |