• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KERAGAAN PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ABU TKKS DI PEMBIBITAN UTAMA (Main Nursery)

    Thumbnail
    View/Open
    Arjuna Chandra BDP_sudah.pdf (3.825Mb)
    Date
    2025
    Author
    Dinata, Arjuna Chandra
    Pembimbing
    Hari Gunawan, Tuty Ningsih
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Institut ITSI, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada bulan Februari-Mei 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi P0 (NPKMg 45 g/polybag) sebagai kontrol, dan P1–P4 (Abu TKKS 113,4 g; 170,1 g; 226,8 g; 283,5 g/polybag). Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, volume akar, bobot segar, dan bobot kering akar/tajuk. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan Uji Jarak Duncan, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P0 memberikan pertumbuhan awal yang lebih cepat pada beberapa parameter, seperti tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, dan bobot segar tajuk, pada periode tertentu. Namun, secara keseluruhan, perbedaan antara pupuk anorganik (NPKMg) dan organik (Abu TKKS) tidak signifikan pada sebagian besar parameter, kecuali pada beberapa pengamatan, misalnya peningkatan jumlah daun di P4 pada 16 MST. Temuan ini menunjukkan bahwa Abu TKKS mampu memberikan hasil yang sebanding dengan NPKMg, meskipun bersifat pelepasan hara lambat (slow release). Dari sisi ekonomi, P1 menghasilkan HPP terendah (Rp51.390), menunjukkan efisiensi biaya tertinggi, sementara P0 memiliki HPP menengah (Rp51.835). Dengan demikian, Abu TKKS berpotensi menjadi alternatif pupuk yang lebih ekonomis, terutama pada dosis rendah. Disarankan penelitian lanjutan dengan jangka yang lebih panjang dan kombinasi pupuk (NPKMg dan Abu TKKS) dengan dosis tertentu untuk optimasi hasil dan efisiensi biaya.
    URI
    https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/50
    Collections
    • Program Studi Budidaya Perkebunan

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI

     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI