VEGETASI GULMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) TANAMAN BELUM MENGHASILKAN DAN TANAMAN MENGHASILKAN DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL II KEBUN ADOLINA
View/ Open
Date
2025Author
Ananda, Aulia
Pembimbing
Arief Setiawan Sutanto, Raden Aris Sugianto
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemeliharaan tanaman merupakan aspek krusial dalam budidaya kelapa sawit.
Dalam konteks ini, pemeliharaan gulma tidak mengharuskan eliminasi total,
melainkan bertujuan untuk menekan pertumbuhan atau mengurangi populasi
gulma. Berbeda dengan pemeliharaan, Pengendalian gulma dalam kelapa sawit
adalah serangkaian upaya dan tindakan yang dilakukan untuk memusnahkan atau
menekan pertumbuhan gulma, hingga populasinya menjadi seminimal mungkin
atau bahkan nol. Tujuannya adalah untuk menghilangkan persaingan gulma
dengan tanaman kelapa sawit dalam memperebutkan unsur hara, air, dan cahaya
matahari, yang pada akhirnya dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi
kelapa sawit.. Sehingga karena pentingnya analisis vegetasi gulma, peneliti
melaksanakan penelitian analisis vegetasi gulma di Kebun Adolina PTPN 4
Regional II.
Penelitian ini dilakukan di Kebun Adolina PT. Perkebunan Nusantara IV Regional
II yang berlokasi batang terap, kec. Perbaungan, kab. Serdang bedagai, Sumatera
utara. Waktu penelitian dimulai pada bulan Februari – Maret 2025. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi spesies gulma yang terdapat di kebun kelapa
sawit pada tanaman kelapa sawit TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM
(tanaman menghasilkan).
gulma di areal TBM didominasi oleh spesies berdaun lebar, sedangkan di TM
lebih bervariasi dengan kombinasi daun sempit dan lebar. Nilai kerapatan relatif
gulma di TM sebesar 0,18. Keanekaragaman gulma di TM lebih tinggi (H’=2,4)
dibanding TBM (H’=2,23), namun keduanya masih tergolong kategori sedang
dengan penyebaran dan kestabilan komunitas yang seimbang.
