PENGENDALIAN GULMA EPIFIT BERINGIN (Ficus benjamina) PADATANAMAN KELAPA SAWIT MENNGGUNAKAN HERBISIDA GLIFOSATDENGAN CARA PENGINFUSAN AKAR
Abstract
Gulma epifit beringin sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kelapa sawit
dalam proses mencari unsur hara, air dan cahaya, kelapa sawit yang kekurangan
unsur hara menyebabkan perkembangan vegetatif dan generatif kelapa sawit tidak
maksimal sehingga menyebabkan turunnya produktivitas dan menyebabkan tidak
tercapainya target produksi, oleh karena itu gulma ini harus kendalikan salah satu
cara mengendalikannya yaitu dengan cara infus akar menggunakan herbisida.
Penelitian dilaksanakan di perkebunan rakyat Desa Intan Jaya Kabupaten Tapung
Hulu Kecamatan Kampar Provinsi Riau, pada bulan Februari 2025 sampai Maret
2025. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non
Faktorial 4 perlakuan 4 ulangan. Pengamatan dilakukan dengan scoring visual
dengan mengamati perubahan perubahan fisik gulma sampai gulma itu mati, hasil
scoring visual dilakukan uji statistik menguji perbedaan rata – rata dengan Analysis
Of Variance (ANOVA), Hasil Anova menunjukkan bahwa perlakuan nyata maka
dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3, yaitu penggunaan herbisida
berbahan aktif glifosat dengan konsentrasi 10%, merupakan dosis yang paling
efektif. Konsentrasi ini memberikan hasil yang lebih cepat dari 21 hari, yakni pada
hari ke-19 dengan tingkat kematian gulma sebesar 51%. Teknik infus akar
dilakukan dengan cara mencari akar gulma epifit beringin, lalu memasukkan akar
tersebut ke dalam kantung plastik berisi herbisida, kemudian mengikat kantung
plastik tersebut menggunakan karet.
