| dc.description.abstract | Penentuan harga pokok produksi (HPP) Tandan Buah Segar (TBS) merupakan aspek
krusial dalam pengelolaan biaya di industri perkebunan kelapa sawit. Ketepatan dalam
penyajian, perhitungan, dan pembebanan biaya produksi sangat memengaruhi efisiensi
operasional dan ketepatan strategi harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem
perhitungan dan alokasi komponen biaya dalam penentuan HPP TBS di Kebun Basilam
PT. Langkat Nusantara Kepong. Fokus kajian mencakup identifikasi metode penyusunan
biaya serta proporsi alokasi masing-masing komponen dalam struktur biaya keseluruhan.
Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran mengenai akurasi sistem penentuan
HPP yang diterapkan dan menjadi dasar evaluasi efisiensi biaya produksi perusahaan.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif serta data sekunder yang berasal
dari laporan keuangan dan operasional perusahaan selama periode Januari hingga Maret
2025. Analisis dilaksanakan melalui pengelompokan biaya produksi (bahan mentah, tenaga
kerja, dan biaya tetap) serta perhitungan HPP menggunakan metode full costing. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa total Harga Pokok Produksi (HPP) Tandan Buah Segar
(TBS) di Kebun Basilam PT. Langkat Nusantara Kepong pada Semester I Tahun 2024
mencapai Rp1.441,02 per kilogram. Komposisi biaya terbesar berasal dari biaya tidak
langsung sebesar Rp935,77/kg (64,94%), yang meliputi operasional kebun, penyusutan
aset tetap, transportasi, dan tunjangan. Selanjutnya, biaya bahan baku berkontribusi sebesar
Rp387,78/kg (26,91%), dengan pupuk sebagai komponen dominan, dan biaya tenaga kerja
langsung sebesar Rp117,47/kg (8,15%). Struktur ini menegaskan bahwa pengeluaran
terbesar berada pada kategori biaya tidak langsung, yang menunjukkan potensi
penghematan melalui peningkatan efisiensi operasional, pengendalian aktivitas
pendukung, serta optimalisasi penggunaan aset dan logistik kebun. Hasil ini menjadi dasar penting bagi perusahaan dalam menyusun strategi efisiensi biaya dan pengambilan
keputusan produksi yang lebih tepat sasaran. | en_US |