| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen biaya produksi, metode
perhitungan yang digunakan perusahaan, serta menentukan berapa harga per
kilogram tandan buah segar (TBS) di Kebun Sungai Rumbia Estate-1 PT. Gunung
Mas Raya Tbk. yang terletak di Rokan Hilir, Riau. Penelitian dilaksanakan pada
bulan September hingga Desember 2024 dengan menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi
laporan produksi dan keuangan perusahaan periode 2021 hingga 2023. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi (HPP) Tandan Buah Segar
(TBS) di Kebun Sungai Rumbia 1 mengalami peningkatan setiap tahun selama
periode 2021 hingga 2023. Pada tahun 2021, HPP tercatat sebesar Rp 889 per
kilogram, naik menjadi Rp 1.042 per kilogram pada tahun 2022, dan kembali
meningkat menjadi Rp 1.262 per kilogram pada tahun 2023. Peningkatan HPP ini
dipengaruhi oleh komponen biaya langsung seperti panen, pemeliharaan, dan
pemupukan serta biaya overhead yang meliputi gaji karyawan, administrasi,
pemeliharaan umum, dan biaya pendukung lainnya. Meskipun terdapat efisiensi di
beberapa biaya komponen, seperti pemupukan, penurunan produksi TBS pada
tahun 2023 turut memicu kenaikan HPP per kilogram. Kebun Sungai Rumbia 1
menggunakan metode full costing dalam penentuan HPP, yang mencakup seluruh
biaya langsung maupun tidak langsung secara menyeluruh. Penerapan metode ini
didukung oleh penggunaan sistem SAP (System Application and Product), sebuah
perangkat lunak ERP yang mengintegrasikan pencatatan dan pelaporan biaya secara otomatis dan real-time. Dengan SAP, proses penghitungan HPP menjadi lebih
efisien dan akurat, sehingga manajemen dapat mengendalikan biaya produksi
dengan lebih optimal dan mengambil keputusan strategi berbasis data yang valid. | en_US |