| dc.description.abstract | Gulma merupakan pesaing utama tanaman budidaya dalam memperebutkan sumber
daya esensial seperti unsur hara, air, dan cahaya matahari. Jika tidak dilakukan
pengendalian, keberadaan gulma dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan
hasil panen. Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan gulma yang sangat
merugikan dalam budidaya kelapa sawit karena daya saingnya yang tinggi,
kemampuan beradaptasi luas, serta kandungan senyawa alelopati yang menghambat
pertumbuhan tanaman utama. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk
mengevaluasi efektivitas bioherbisida fermentasi air kelapa dengan ragi ataupun
EM4 dalam mengendalikan gulma alang-alang di perkebunan kelapa sawit.
Penelitian ini dilaksanakan di Divisi II, Kebun Tanjung Beringin, PT. Langkat
Nusantara Kepong, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara,
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan 7
perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh total 21 plot perlakuan. Perlakuan
terdiri atas P0 (kontrol dengan herbisida glifosat), P1–P3 (fermentasi air kelapa 3 L
dengan tambahan ragi tape masing-masing 109, 218, dan 327 gram), serta P4–P6
(fermentasi air kelapa 3 L dengan tambahan EM4 masing-masing 3, 6, dan 9 ml).
Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam dan apabila terdapat pengaruh
nyata, dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan pada taraf signifikansi α = 5%.
Parameter yang diamati adalah tingkat kematian gulma (%) berdasarkan nilai skor,
yang diukur setiap 3 hari sekali mulai dari 3 hingga 30 Hari Setelah Aplikasi (HSA).
Fermentasi air kelapa dengan penamban ragi tape lebih efektif sebagai bioherbisida
untuk mengendalikan Imperata cylindrica dibandingkan dengan penambahan EM4.
Dosis tertinggi ragi tape (327 gram) memberikan tingkat keracunan 100% pada 21
HSA, sementara dosis teringgi EM4 (9 ml) hanya mencapai tingkat keracunan 97%
pada 30 HSA. | en_US |