• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    STRATEGI PENGENDALIAN GULMA ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) MENGGUNAKAN FERMENTASI AIR KELAPA DENGAN RAGI TAPE DAN EM4

    Thumbnail
    View/Open
    Ebennezer Purba BDP.pdf (3.090Mb)
    Date
    2025
    Author
    Purba, Ebennezer
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Gulma merupakan pesaing utama tanaman budidaya dalam memperebutkan sumber daya esensial seperti unsur hara, air, dan cahaya matahari. Jika tidak dilakukan pengendalian, keberadaan gulma dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil panen. Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan gulma yang sangat merugikan dalam budidaya kelapa sawit karena daya saingnya yang tinggi, kemampuan beradaptasi luas, serta kandungan senyawa alelopati yang menghambat pertumbuhan tanaman utama. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas bioherbisida fermentasi air kelapa dengan ragi ataupun EM4 dalam mengendalikan gulma alang-alang di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Divisi II, Kebun Tanjung Beringin, PT. Langkat Nusantara Kepong, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh total 21 plot perlakuan. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol dengan herbisida glifosat), P1–P3 (fermentasi air kelapa 3 L dengan tambahan ragi tape masing-masing 109, 218, dan 327 gram), serta P4–P6 (fermentasi air kelapa 3 L dengan tambahan EM4 masing-masing 3, 6, dan 9 ml). Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan pada taraf signifikansi α = 5%. Parameter yang diamati adalah tingkat kematian gulma (%) berdasarkan nilai skor, yang diukur setiap 3 hari sekali mulai dari 3 hingga 30 Hari Setelah Aplikasi (HSA). Fermentasi air kelapa dengan penamban ragi tape lebih efektif sebagai bioherbisida untuk mengendalikan Imperata cylindrica dibandingkan dengan penambahan EM4. Dosis tertinggi ragi tape (327 gram) memberikan tingkat keracunan 100% pada 21 HSA, sementara dosis teringgi EM4 (9 ml) hanya mencapai tingkat keracunan 97% pada 30 HSA.
    URI
    https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/72
    Collections
    • Program Studi Budidaya Perkebunan

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI

     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI