ANALISIS PENGARUH KECEPATAN ANGIN TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT BERCAK DAUN (Curvularia sp.) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)
Abstract
Tanaman kelapa sawit merupakan komoditas penting dalam industri perkebunan Indonesia, namun produktivitasnya sering terkendala oleh serangan penyakit, salah satunya bercak daun yang disebabkan oleh jamur Curvularia sp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan angin terhadap penyebaran dan keparahan penyakit bercak daun pada tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Afdeling II PTPN IV Kebun Adolina, Sumatera Utara, selama Maret hingga Mei 2025, menggunakan metode survei dan analisis laboratorium.
Penelitian ini mengamati kecepatan angin (m/s), jumlah konidium tertangkap (butir/perangkap/hari) dan kejadian penyakit. Uji akhir dilakukan menggunakan aplikasi SPSS Regresi Linear.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan angin siang hari sebesar 0,75 m/s dan malam hari sebesar 0,79 m/s. Peningkatan kecepatan angin, terutama pada malam hari, berhubungan dengan meningkatnya jumlah konidium yang tertangkap (rata-rata 30,03 butir/perangkap/hari) dan keparahan penyakit (27,04% pada akhir Mei). Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 36,459 + 10,005X untuk hubungan kecepatan angin dengan jumlah konidium, dengan koefisien korelasi 0,681 yang menunjukkan hubungan kuat dan signifikan (p < 0,05). Sementara itu, hubungan jumlah konidium dengan tingkat keparahan penyakit diperoleh persamaan Y = 43,846 + 0,621X dengan nilai signifikansi 0,005.
