KEANEKARAGAMAN FAUNA TANAH PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN ELEVASI DAN PENGELOLAAN YANG BERBEDA
Date
2025Author
Situmorang, Jonatan
Pembimbing
Sakiah, Eka Bobby Febrianto
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna tanah pada
masing-masing lokasi penelitian yaitu di kebun Tanah Itam Ulu, kebun Bah Birung
Ulu, dan kebun Bandar Pulau. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi lahan dengan
ketinggian yang berbeda diantaranya perkebunan Tanah Itam Ulu dengan
ketinggian 3 mdpl di Kecamatan Datuk Lima Puluh Kabupaten Batubara,
perkebunan Bah Birung Ulu dengan ketinggian 799 mdpl di Kecamatan Jorlang
Hataran Kabupaten Simalungun, dan perkebunan kelapa sawit Rakyat dengan
ketinggian 123 mdpl di Desa Gajah Sakti Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten
Asahan, yang dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Penelitian ini menggunakan
pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode
perangkap jebak Pitfall Trap, Kemudian dianalisa di laboratorium. Hasil dari
penelitian ini didapatkan keanekaragaman fauna tanah yang terdiri dari 6 Kelas, 12
Ordo, 25 Famili, 36 Spesies, dan 3.990 individu yang didapatkan di tiga lokasi yaitu
Tanah Itam Ulu, Bah Birung Ulu, dan Bandar Pulau. 21 Spesies di Tanah Itam Ulu,
25 Spesies di Bah Birung Ulu, dan 20 spesies di Bandar Pulau. keanekaragaman
fauna tanah dan korelasinya dengan produktivitas kelapa sawit di lokasi dengan
ketinggian yang berbeda. Pada perkebunan Tanah Itam Ulu diperoleh indeks
dominansi sebesar 0,72444 (sedang), indeks kemerataan 0,21957 (rendah), dan
indeks keanekaragaman 0,66848 (rendah). Lokasi Bah Birung Ulu nilai dominansi
0,64387 (sedang), nilai kemerataan 0,29674 (rendah), dan nilai keanekaragaman
0,17990 (rendah). Sementara itu, di lokasi Bandar Pulau diperoleh nilai dominansi
0,17388 (rendah), nilai kemerataan 0,70679 (tinggi), dan nilai keanekaragaman
2,11736 (sedang). hal ini diakibatkan karena elevasi dan pengelolaan kebun yang
berbeda.
