• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PEMBUATAN BAHAN BAKAR NABATI (BIODIESEL) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI BERBAHAN DASAR MINYAK GORENG MENGGUNAKAN KATALIS KOH 3%

    Thumbnail
    View/Open
    TA FADILA UMAR.pdf (2.704Mb)
    Date
    2025
    Author
    Umar, Fadila
    Pembimbing
    Mahyunis, Budi Mulyara
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam upaya mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil yang semakin menipis, dapat dilakukan dengan adanya bahan bakar alternatif. Bahan bakar alternatif dapat dikembangkan sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Dalam penelitian ini, minyak goreng dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan biodiesel karena kandungan trigliserida dan asam lemak bebas (FFA). Bahan dasar tersebut dapat bereaksi dengan metanol dan katalis, yang menghasilkan metil ester biodiesel sebagai produk biodiesel dan menghasilkan hasil samping berupa gliserol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan design penelitian eksperimental dengan melakukan analisis pengaruh perbandingan rasio metanol terhadap minyak 1:6 dan 1:9 dengan proses pengulangan pencucian 3 sampai 4 kali, selanjutnya dilakukan pengujian kadar FFA, densitas, viskositas dan Titik nyala pada Bahan Bakar Diesel sesuai SNI. Dari hasil percobaan, kualitas optimal biodiesel diperoleh pada rasio 1:6 dengan penambahan katalis KOH 3% pada pencucian ke-3 menghasilkan biodiesel dengan densitas sebesar 859 kg/m³, viskositas sebesar 2,49 mm2/s, kadar FFA sebesar 0,869% dan titik nyala sebesar 100 0C. Pada rasio 1:6 dengan penambahan katalis KOH 3% pada pencucian ke-4 menghasilkan biodiesel dengan densitas sebesar 852 kg/m³, viskositas sebesar 2,48 mm2/s, kadar FFA sebesar 0,842% dan titik nyala sebesar 107 0C. Pada rasio 1:6 dengan penambahan katalis KOH 3% pada pencucian ke-3 dan ke-4 tidak dapat dilanjutkan karena tidak terjadi pemisahan antara metil ester biodiesel dengan gliserol. Dapat disimpulkan hasil terbaik diperoleh pada rasio perbandingan 1:6 dengan pencucian 4 kali. Temuan penelitian ini untuk mengembangkan teknologi baru dalam pengolahan CPO menjadi BBN, yang dapat membantu meningkatkan sistem keberlanjutan industri perkebunan.
    URI
    https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/175
    Collections
    • Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI

     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI