IDENTIFIKASI MUTU MINYAK SAWIT BERDASARKAN PERBEDAAN BERAT JANJANG TANDAN BUAH SEGAR DI KEBUN PSR GAPOKTAN TANI MANDIRI KECAMATAN LAUT TADOR
Abstract
Perkebunan PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) Gapoktan Tani Mandiri Kecamatan Laut Tador telah menerapkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP) dalam pengelolaannya. Namun, harga beli tandan buah segar (TBS) dari kebun PSR di pabrik kelapa sawit (PKS) masih cenderung rendah karena mutu CPO yang belum diketahui oleh petani. Padahal dengan mengetahui mutu CPO dapat dikatakan TBS telah berkualitas baik sehingga dapat memengaruhi nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mutu CPO dari TBS kebun PSR Gapoktan Tani Mandiri Kecamatan Laut Tador dengan berat janjang berbeda (8 kg dan 15 kg), menggunakan parameter mutu antara lain: asam lemak bebas, kadar air, kadar kotoran, kadar karoten, DOBI, bilangan peroksida, dan bilangan iodin. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling jenis typical case sampling. Sampel TBS diambil dari dua lokasi kebun, yaitu Laut Tador dan Tanjung Parapat, dengan berat janjang masing-masing 8 kg dan 15 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CPO dari kedua kebun memenuhi kriteria baik berdasarkan SNI, yaitu untuk parameter kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, kadar kotoran dan DOBI(1) menggunakan SNI 2901-2021; untuk parameter bilangan peroksida dan bilangan iodin menggunakan SNI 01-2901-2006; dan standar mutu SPB dan ordinary untuk karoten dan DOBI(2). Meskipun beberapa parameter menunjukkan perbedaan nilai antara kedua sampel, berat janjang TBS tidak memiliki pengaruh terhadap mutu CPO. Karena CPO dari kebun dengan berat janjang yang lebih kecil bahkan menunjukkan mutu yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat membantu petani PSR, khususnya dari Gapoktan Tani Mandiri untuk mendapatkan harga TBS yang lebih layak sesuai dengan kualitasnya.
