STABILITAS MUTU MINYAK SAWIT MERAH PADAVARIASI TEMPERATUR DAN JENIS WADAH SELAMA PENYIMPANAN
Abstract
Minyak sawit merah merupakan produk olahan CPO yang kaya β-karoten
dan vitamin E, namun kualitasnya mudah menurun akibat oksidasi dan kondisi
penyimpanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu dan
jenis wadah terhadap stabilitas mutu minyak sawit merah guna menentukan
kondisi penyimpanan optimal yang mampu mempertahankan kualitas produk
selama penyimpanan. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL)
faktorial, menggunakan dua faktor yaitu temperatur penyimpanan (25°C, 35°C,
45°C) dan jenis wadah (botol kaca coklat, botol kaca bening, botol plastik).
Sampel RPO disimpan selama 30 hari dan diuji parameter mutu meliputi Asam
Lemak Bebas (ALB), kadar air, Beta-karoten, dan bilangan peroksida. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu penyimpanan mempercepat
degradasi mutu RPO, ditandai dengan naiknya nilai ALB, kadar air, dan bilangan
peroksida, serta menurunnya kandungan Beta-karoten. Jenis wadah juga
berpengaruh, dimana botol kaca coklat mampu mempertahankan mutu terbaik
dibandingkan kaca bening dan plastik, terutama dalam melindungi Beta-karoten
dari degradasi. Nilai ALB, kadar air, dan bilangan peroksida pada semua
perlakuan masih memenuhi batas standar SNI, namun penurunan Beta-karoten
paling besar terjadi pada penyimpanan suhu tinggi dengan wadah plastik.
Kesimpulan penelitian dalam menjaga stabilitas mutu minyak sawit merah yang
baik yaitu pada penggunaan suhu rendah (25°C) dan wadah kaca coklat. Hal ini
direkomendasikan untuk menjaga stabilitas mutu dan kandungan gizi minyak
sawit merah selama penyimpanan.
