PENGARUH VARIASI WAKTU FERMENTASI DAN PERSENTASE RAGI (SACCHAROMYCES CEREVISIAE) TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI NIRA KELAPA SAWIT
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya bahan bakar yang mengancam cadangan energi tak terbarukan, khususnya bahan bakar minyak. salah satu alternatif solusi adalah penggunaan energi baru terbarukan (EBT), seperti bioetanol, yang dapat diproses dari biomassa dan lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi dan persentase ragi terhadap kadar bioetanol, densitas, pH dan rendemen yang dihasilkan dari nira kelapa sawit, serta menentukan kombinasi perlakuan optimal untuk hasil terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor : waktu fementasi (96,120 dan 144 jam) dan persentase ragi (0,5%, 1% dan 1,5%), dengan tiga ulangan sehingga menghasilkan 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar bioetanol, densitas, rendemen dan pH akhir fermentasi. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Juni 2025 di Laboratorium Kimia dan Instrumentasi Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. menghasilkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 34,02% dan rendemen tertinggi. sebalikanya, kombinasi A3B3 (144 jam dan 1,5% ragi) menunjukkan hasil paling randah di antara seluruh perlakuan.
