PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN KALSIUM KLORIDA (CaCl2) TERHADAP KARAKTERISTIK KARBON AKTIF BERBAHAN BAKU CANGKANG KELAPA SAWIT
Abstract
Cangkang kelapa sawit, sebagai limbah padat dari industri minyak sawit, memiliki potensi tinggi untuk dijadikan bahan baku karbon aktif yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan karbon aktif dari cangkang kelapa sawit, mengetahui peningkatan karakteristik karbon aktif berbahan cangkang kelapa sawit yang diaktivasi dengan larutan CaCl2, mengetahui konsentrasi terbaik larutan CaCl2 dalam proses aktivasi karbon aktif dari cangkang kelapa sawit. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap non- faktorial menggunakan lima variasi konsentrasi CaCl₂: 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi CaCl₂ berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kadar zat menguap, kadar abu, kadar karbon terikat, dan daya serap terhadap iodium. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi CaCl2 berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar air dan kadar zat menguap, serta peningkatan kadar karbon terikat dan daya serap terhadap iodium. Konsentrasi 20% menghasilkan kadar air terendah sebesar 7,60% dan daya serap terhadap iodium tertinggi sebesar 848,67 mg/g, dan citra SEM juga menunjukkan peningkatan jumlah dan ukuran pori setelah di aktivasi. Penambahan CaCl2 sebagai agen aktivasi kimia mampu meningkatkan kualitas karbon aktif secara signifikan. Aktivator ini membantu membuka pori-pori, membersihkan pengotor, dan meningkatkan luas permukaan karbon. Karbon aktif dengan konsentrasi CaCl₂ 20% menghasilkan karakteristik terbaik yang sesuai dengan standar SNI, menjadikannya layak digunakan sebagai adsorben untuk aplikasi lingkungan. Perbandingan SEM antara sampel sebelum dan sesudah aktivasi juga mendukung hasil uji fisik dan kimia, memperlihatkan pori-pori yang lebih terbuka dan merata.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengolahan limbah kelapa sawit serta meningkatkan pemahaman mengenai proses aktivasi karbon aktif menggunakan larutan CaCl2. Selain itu, penelitian ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan karbon aktif dari cangkang kelapa sawit dalam berbagai aplikasi industri.
