PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) TERHADAP KUALITAS KERTAS TISU DARI PELEPAH KELAPA SAWIT
Abstract
Pelepah kelapa sawit (PKS) merupakan limbah yang dihasilkan dari tanaman
kelapa sawit mulai dari prapanen hingga proses pemanenan. Limbah pelepah kelapa
sawit dihasilkan dari proses pruning kelapa sawit dimana untuk satu pohon kelapa
sawit dapat dihasilkan 22–26 pelepah setiap tahunnya. Limbah pelepah kelapa sawit
hasil pruning biasanya dibuang begitu saja atau dibiarkan membusuk dibawah
pohon kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengoptimalkan
pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku dalam pembuatan
kertas tisu, serta menganalisis pengaruh variasi konsentrasi Natrium Hidroksida
(NaOH) terhadap mutu kertas tisu yang dihasilkan dari pelepah kelapa sawit.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perkebunan ITSI – Medan.
Waktu penelitian selama 3 bulan, dari bulan April-Juni 2025. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non
Faktorial, yang dimana terdiri dari konsentrasi Natrium Hidroksida (NaOH) 2%,
4%, dan 6% dengan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa konsentrasi Natrium Hidroksida tidak terdapat perbedaan yang nyata
terhadap parameter pengamatan uji Gramatur (30,95 g/m²), berbeda nyata terhadap
parameter pengamatan uji daya serap air (66 mm), berbeda nyata terhadap
parameter pengamatan uji mudah hancur (5,67 detik), memiliki penampakan kertas
tisu yang bersih, dan tidak berlubang.
