PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN KALSIUM KLORIDA (Cacl2) TERHADAP KARAKTERISTIK KARBON AKTIF BERBAHAN BAKU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT
Abstract
Tandan kosong kelapa sawit atau TKKS merupakan limbah padat dari industri kelapa
sawit yang mengandung lignoselulosa dan potensial dijadikan karbon aktif karena
kandungan karbonnya yang tinggi. Karbon aktif dibuat melalui proses karbonisasi
dan aktivasi kimia. Aktivasi dilakukan dengan perendaman arang tandan kosong
kelapa sawit dengan larutan Kalsium Klorida (CaCl2) dengan masing-masing
perlakuan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% selama 24 jam. Tujuan dari
aktivasi ini adalah memperbesar pori-pori dan meningkatkan luas permukaan karbon
aktif agar daya adsorpsinya lebih tinggi. Pengujian karakteristik meliputi: kadar air,
kadar zat menguap, kadar abu, kadar karbon terikat, daya serap terhadap iodium dan
struktur morfologi permukaan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM).
Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi CaCl2, semakin baik kualitas
karbon aktif yang dihasilkan. Perlakuan dengan CaCl2 20% menghasilkan karbon
aktif dengan kadar air terendah (5,70%), kadar zat menguap paling rendah (7,26%),
kadar abu paling rendah (8,74%), kadar karbon terikat paling tinggi (78,31%), daya
serap terhadap iodium paling tinggi (848mg/g) dan citra SEM juga menunjukkan
peningkatan jumlah dan ukuran pori setelah di aktivasi. Penambahan CaCl2 sebagai
agen aktivasi kimia mampu meningkatkan kualitas karbon aktif secara signifikan.
Aktivator ini membantu membuka pori-pori, membersihkan pengotor, dan
meningkatkan luas permukaan karbon. Karbon aktif dengan konsentrasi CaCl₂ 20%
menghasilkan karakteristik terbaik yang sesuai dengan standar SNI, menjadikannya
layak digunakan sebagai adsorben untuk aplikasi lingkungan. Perbandingan SEM
antara sampel sebelum dan sesudah aktivasi juga mendukung hasil uji fisik dan
kimia, memperlihatkan pori-pori yang lebih terbuka dan merata.
