PEMBUATAN BAHAN BAKAR NABATI (BIODIESEL) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI BERBAHAN DASAR MINYAK GORENG MENGGUNAKAN KATALIS KOH 2%
Abstract
Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) adalah dengan mengembangkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, seperti biodiesel. Biodiesel sebagai sumber energi terbarukan dapat menjadi solusi untuk mengurangi tekanan kebutuhan BBM terutama diesel atau minyak solar di Indonesia. Dalam penelitian ini, minyak goreng digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan biodiesel karena mengandung trigliserida serta asam lemak bebas yang jika direaksikan dengan metanol dan katalis dapat menghasilkan metil ester. Tahapan penelitian dimulai dengan persiapan bahan baku, yaitu pengolahan minyak goreng dan pengujian kadar asam lemak bebas (FFA). Tahap berikutnya adalah pembuatan biodiesel melalui proses transesterifikasi, di mana minyak goreng dengan kadar FFA kurang dari 2% direaksikan dengan kalium metoksida pada rasio 1:6 dan 1:9. Selanjutnya katalis KOH sebanyak 2% dari berat sampel ditambahkan, kemudian campuran diaduk pada kecepatan 450 rpm selama 60 menit dengan suhu reaksi 65°C. tahap selanjutnya meliputi pencucian, pemurnian, penguapan dan dianalisis mutu produk yang dihasilkan. Pada tahap analisis mutu, dilakukan pengujian densitas, viskositas dan FFA. Proses ini diulang dengan variabel rasio yang berbeda untuk memperoleh biodiesel dengan kualitas terbaik. Dari hasil percobaan Secara keseluruhan penelitian ini menyimpulkan bahwa minyak goreng layak digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel karena kualitas FFA dan denistas awalnya yang cukup baik. Untuk densitas yang paling memenuhi standar pada rasio 1:9 dengan pencucian 3 sebesar 858 kg/m³, lalu viskositas yang memenuhi standar 1:9 dengan pencucian 4 sebesar 2,36 mm²/s, kemudian FFA yang memenuhi angka standar yakni pada rasio 1:6 dengan pencucian 3 sebesar 0,77% dan titik nyala pada rasio 1:9 dengan pencucian 4 sebesar 180°C. Seluruh parameter pengujian menunjukkan bahwa biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar SNI 7182:2015 dengan memiliki potensi tinggi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
