KELAYAKAN TANGKI TIMBUN BERKAPASITAS 500 TON DAN 1000 TON BERDASARKAN PERHITUNGAN TEBAL ROUNDSHELL, SUHU, DAN TEKANAN HIDROSTATIS DI PABRIK KELAPA SAWIT
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan penggunaan tangki timbun berkapasitas 500 ton dan 1000 ton di pabrik kelapa sawit berdasarkan ketebalan roundshell, suhu operasional, dan tekanan hidrostatis. Pemakaian tangki timbun secara terus menerus berdampak kepada materialnya, ketebalan material daripada tangki timbun dikawatirkan telah mengalami penipisan dikarenakan pengaruh media dalam tangki timbun dan waktu pemakaian maka dari itu perhitungan pada roundshell tangki timbun harus dilakukan karena untuk mengetahui desain daripada tanki timbun tersebut masih layak digunakan atau tidak. Agar tidak menyebabkan kerusakan dan kebocoran tangki. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer dan sekunder di PMKS Simpang Gambir. Parameter utama yang dianalisis meliputi tekanan hidrostatis, suhu penyimpanan, densitas CPO, ketebalan roundshell aktual, serta laju korosi untuk memprediksi sisa umur tangki. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ketebalan roundshell tangki 500 ton adalah 8,6 mm (kalkulasi), 8,87 mm (aktual), dan 9 mm (desain), dengan tekanan hidrostatis sebesar 5,73 Pa. Untuk tangki 1000 ton, diperoleh ketebalan 13,1 mm (kalkulasi), 13,8 mm (aktual), dan 14 mm (desain), serta tekanan hidrostatis sebesar 11,46 Pa. Laju korosi masing-masing tangki adalah 0,00072 mm/bulan dan 0,0011 mm/bulan. Berdasarkan analisis tersebut, tangki 500 ton diperkirakan masih layak digunakan selama kurang lebih 31 tahun ke depan, sedangkan tangki 1000 ton memiliki sisa usia pakai kurang lebih 53 tahun, dengan asumsi laju korosi konstan. Penelitian ini memberikan kontribusi sebagai acuan perawatan dan evaluasi kelayakan tangki timbun di industri kelapa sawit untuk mendukung efisiensi dan keamanan penyimpanan CPO.
