KEBERAGAMAN PREDATOR ALAMI UNTUK PENGENDALIAN HAMA TIKUS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. KARYA HEVEA INDONESIA
Abstract
Pengendalian tikus dapat dilakukan secara biologi yaitu dengan mendatangkan
predator tikus tersebut. Pengendalian tikus secara alami di perkebunan kelapa sawit
dilakukan menggunakan predator burung hantu dan ular. Tyto Alba adalah salah
satu jenis predator alami yang dapat mengendalikan serangan tikus secara alami
dan mengurangi penggunaan rodentisida.
Penelitian dilaksanakan di Kebun Greahan PT. Karya Hevea Indonesia Provinsi
Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2023 sampai
September 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisa deskriptif
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman predator alami tikus yang
diterapkan di Kebun Greahan PT. Karya Hevea Indonesia terdapat beberapa sepsies
predator yaitu burung elang/elang hitam (Ictinaetus malayenis), Serak jawa/burung
hantu lumbung/burung hantu gudang (Tyto alba), burung bubut besar (Centropus
sinensis), biawak (Varanus salvator bivittatus), ular kobra (Naza sumatrana) dan
macan akar (Felis bengalensis).
