Show simple item record

dc.contributor.advisorMuhammad Hendra , Pada Mulia Raja
dc.contributor.authorMahendra, Hazli
dc.date.accessioned2026-01-19T09:51:32Z
dc.date.available2026-01-19T09:51:32Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttps://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/357
dc.description.abstracthasil penelitian menunjukkan kadar alfa selulosa cangkang biji karet pada suhu 50⁰C sebesar 69,90%, kemudian di suhu 60⁰C kadar alfa selulosa meningkat sebesar 74,17%, lalu di suhu 70⁰C kadar alfa selulosa lebih meningkat sebesar 74,49%, kemudian suhu 80⁰C kadar alfa selulosa menurun menjadi 70,82%, dan di suhu terakhir 90⁰C kadar alfa selulosa semakin menurun menjadi 68,94%. Dan hasil analisis α-Selulosa cangkang biji karet menggunakan spektrofotometer diketahui gugus fungsi FTIR α-Selulosa dari cangkang biji karet dengan pemanasan 70⁰C puncak serapan yang diperoleh cukup banyak sehingga gugus-gugus mengindikasikan keberadaan selulosa terdapat pada puncak serapan dengan bilangan gelombang yang hampir sama. Puncak serapan yang muncul pada sampel dalam pemanasan 70⁰C adalah 3429,43 cmˉˡ; 2939,52 cmˉˡ; 2133,37 cmˉˡ;1602,85 cmˉˡ; 1049,28 cmˉˡ. Dan kemudian hasil analisis morfologi menggunakan SEM terlihat bahwa sebagian besar morfologi α- selulosa dari cangkang biji karet berbentuk amorf. Sehingga dihasilkan permukaan selulosa memiliki rongga-rongga yang merupakan pori-pori pada selulosa.en_US
dc.publisherInstitut Teknologi Sawit Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesNIM;1802015
dc.subjectCangkang biji kareten_US
dc.titlePENGARUH VARIASI PEMANASAN PADA PERENDAMAN LARUTAN NaOH PADA ISOLASI SELULOSA DARI CANGKANG BIJI KARETen_US
dc.typeSkripsien_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record