SINERGI KONTINUITAS PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR SAWIT (TBS) ANTARA REBUSAN DAN HOISTING CRANE PKS 30 TON TBS/ JAM PTPN IV REGIONAL II GUNUNG BAYU
View/ Open
Date
2025Author
Hakim, Lukman
Pembimbing
Ir. Busrizal Faisal, Heri Purwanto
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Hoisting Crane melalui pengukuran Hoist Cycle Time (HCT) dan menghitung jumlah lori yang diperlukan agar pasokan TBS ke Thresher tetap kontinu. Penelitian dilaksanakan di PKS Gunung Bayu selama tujuh hari dengan pengumpulan data berupa jumlah lori di lapangan, durasi HCT, dan kapasitas olah pabrik. Autofeeder merupakan komponen penting dalam sistem pengumpanan tandan buah segar (TBS) di stasiun perebusan. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, membandingkan kondisi aktual dengan standar operasional ideal pabrik.
Rata-rata HCT aktual adalah 8,45 menit per siklus lebih lama dari waktu ideal 5 menit. Berdasarkan kapasitas pabrik (30 ton/jam) dan kapasitas lori (2,5 ton) kebutuhan teoritis hanya 6 lori dengan cycle time 30 menit. Namun, di lapangan tersedia ± 10 lori yang jauh melebihi kebutuhan teoritis. Hambatan kontinuitas produksi lebih banyak disebabkan oleh keterlambatan HCT akibat gangguan teknis pada Hoisting Crane, antrean lori di loading ramp, dan kerusakan Autofeeder. Peningkatan efisiensi dapat dilakukan dengan perbaikan teknis Hoisting Crane, pengaturan jadwal operasional, serta pemeliharaan rutin peralatan pendukung agar proses pemindahan TBS ke Thresher berlangsung optimal.
