PEMBUATAN BAHAN BAKAR NABATI (BIO DIESEL) MELALUI TRANSESTERIFIKASI BERBAHAN DASAR MINYAK GORENG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN KATALIS KOH 2,5%
Date
2025Author
Julva, Hasby Shadiqi
Pembimbing
Mahyunis, Siti Aisyah
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO) menggunakan minyak goreng baru sebagai bahan baku, karena kandungan trigliserida dan kadar asam lemak bebas (FFA)-nya yang rendah, sehingga mampu menjaga mutu produk biodiesel yang dihasilkan. Proses pembuatan biodiesel dilakukan melalui reaksi transesterifikasi dengan katalis KOH 2,5%. Variasi rasio molar metanol terhadap minyak yang digunakan adalah 1:6 dan 1:9, dengan perlakuan pencucian biodiesel sebanyak 3 hingga 4 kali. Proses diawali dengan pembuatan larutan metoksida, dilanjutkan dengan reaksi transesterifikasi pada suhu 65°C selama 60 menit dengan kecepatan pengadukan 450 rpm, kemudian dilakukan pemisahan gliserol, pencucian, pemurnian, dan pengeringan biodiesel. Karakteristik biodiesel yang dihasilkan diuji berdasarkan parameter densitas, viskositas, kadar FFA, dan nilai cetana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 7182:2015), dengan densitas berada pada kisaran 0,864–0,873 g/mL, viskositas antara 2,3–2,5 mm²/s, dan kadar FFA di 0,5% pada pencucian ke 4. densitas terbaik diperoleh pada rasio 1:9 dengan pencucian empat kali sebesar 864 kg/m³, viskositas terbaik pada rasio 1:9 dengan pencucian empat kali sebesar 2,35 mm²/s, dan kadar FFA terendah pada rasio 1:9 dengan pencucian empat kali sebesar 0,3%. Dengan demikian, minyak goreng berbasis CPO terbukti layak dan efektif digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Penelitian ini mendukung pengembangan energi terbarukan dari sumber daya lokal serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, menjadikan biodiesel sebagai alternatif bahan bakar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
