KEANEKARAGAMAN SERANGGA DI BERBAGAI WAKTU PENGAMATAN PADA BUNGA PUKUL DELAPAN Turnera subulata SEBAGAI TANAMAN MENGUNTUNGKAN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Date
2025Author
Harahap, Aripul Hasan
Pembimbing
Megawati Siahaan, Henry Budi Hasibuan
Metadata
Show full item recordAbstract
Bunga pukul delapan Turnera subulata menjadi salah satu solusi dalam
pengendalian hama tanaman kelapa sawit. Serangga memiliki peran penting dalam
proses penyerbukan yang berpengaruh langsung pada produktivitas dan kualitas
buah kelapa sawit. Turnera subulata mampu menarik serangga penyerbuk yang
vital bagi keberlangsungan tanaman kelapa sawit. Selain itu, tanaman ini juga
menyediakan habitat bagi predator alami hama, sehingga dapat mengurangi
penggunaan pestisida kimia, menjaga keseimbangan ekosistem, dan meningkatkan
keberlanjutan dalam pertanian. Pendekatan ini sangat penting dalam pengendalian
hama kelapa sawit yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui keanekaragaman serangga pada bunga pukul delapan Turnera subulata
sebagai tanaman menguntungkan pada Kebun Tinjowan Regional 2 PT.
Perkebunan Nusantara IV.Penelitian ini membahas peran Turnera subulata (bunga
pukul delapan) sebagai tanaman menguntungkan yang dapat mendukung
keberadaan serangga predator, parasitoid, dan polinator di perkebunan kelapa sawit
untuk pengendalian hama secara hayati. Penelitian ini dilaksanakan di kebun
Tinjowan PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 2, Ujung Padang, Kabupaten
Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan.
Metode penelitian menggunakan survei pengamatan serangga pada empat waktu
berbeda (pagi, siang, sore, malam) dengan pengambilan sampel menggunakan
Sweep Net. Berdasarkan hasil penelitian di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun
Tinjowan teridentifikasi 7 ordo yang tersebar pada keanekaragaman serangga pada
bunga pukul delapan Turnera subulata yaitu, Coleoptera, Hymenoptera,
Lepidoptera, Hemiptera, Orthoptera, Mantodea dan Araneae. Ordo Coleoptera memiliki jumlah individu tertinggi dengan total 10,07 dan ratarata 2,52 per perlakuan. Ordo Araneae menunjukkan jumlah terendah dengan total 3,07 dan rata-rata 0,77.
