• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Budidaya Perkebunan
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGUKURAN PARAMETER TINGGI TANAMAN KELAPA SAWIT FASE BELUM MENGHASIKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL 1 KEBUN SEI PUTIH

    Thumbnail
    View/Open
    Fathur Rahman Siregar BDP_sudah.pdf (3.156Mb)
    Date
    2025
    Author
    Siregar, Fathur Rahman
    Pembimbing
    Megawati Siahaan, Febriana Roosmawati
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Salah satu kendala dalam mengukur tinggi tanaman kelapa sawit di TBM adalah luasnya area perkebunan dan medan yang sulit, seperti rawa atau perbukitan, yang membuat pengukuran manual memakan waktu, membutuhkan banyak tenaga kerja, dan sering kali kurang akurat. Selain itu, variasi tinggi tanaman dan keterbatasan tenaga ahli di lapangan turut menyulitkan pengambilan data yang konsisten. Dengan menggunakan SIG, pengelola perkebunan kelapa sawit dapat mengatasi permasalahan tersebut sekaligus meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas data untuk pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan akurasi pengukuran tinggi tanaman menggunakan SIG, penginderaan jauh dan secara manual. Penelitian dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Putih pada Maret-Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu: 1. Metode Penentuan Tinggi Tanaman (T) terdiri dari T1 : Penentuan secara manual dan T2 : Penentuan secara digital. 2. Umur TBM (U) terdiri dari U1 : TBM 2 dan U2 : TBM 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metode pengukuran tinggi tanaman secara manual sama baik dengan metode pengukuran secara digital dengan rata-rata pertumbuhan tanaman secara manual 316,34 cm dan secara digital yakni 310,75 cm. Pengukuran tinggi tanaman pada umur TBM 2 dan TBM 3 mengindikasi adanya perbedaan yang sangat singnifikan, TBM 3 menunjukkan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi dengan rata-rata tinggi tanaman kelapa sawit yakni 432,81 cm dibandingkan dengan TBM 2 yaitu 192,28 cm. Pengukuran tinggi tanaman secara periodik memberikan informasi yang jelas dan akurat mengenai perkembangan pertumbuhan blok tanaman dari waktu ke waktu.
    URI
    https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/77
    Collections
    • Program Studi Budidaya Perkebunan

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI

     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI