PENERAPAN PREMI DAN DENDA PANEN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PT LANGKAT NUSANTARA KEPONG KEBUN TANJUNG BERINGIN DIVISI IV
Date
2025Author
Harahap, Henri Sultoni
Pembimbing
Habib Prayitno, Tuty Ningsih
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanaman kelapa sawit yang memiliki potensi produksi yang tinggi, tidak akan
tercapai jika kegiatan panen tidak dilaksanakan secara optimal. Pemberian premi
sebagai tambahan kompensasi atas kinerja diatas standar (basis borong) yang
ditetapkan akan memberikan dorongan bagi pemanen untuk meningkatkan
prestasi pemanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan premi dan
denda panen di PT Langkat Nusantara Kepong Kebun Tanjung Beringin Divisi IV
yang dilaksanakan pada Bulan Juni-Juli 2025 dengan menggunakan metode
deskriptif.
Sistem premi panen di Kebun Tanjung Beringin Divisi IV terdiri dari enam jenis,
yaitu premi TBS (Rp. 35/Kg), premi brondolan (Rp. 350/Kg), premi insentif (Rp.
2/Kg), premi perawatan becak motor (Rp. 10.000/hari), premi tunasan (Rp.
1.500/pokok), dan premi pengganti alat panen (Rp. 2.200/hari). Premi TBS
tercatat sebagai komponen terbesar selama periode Oktober 2024 hingga Juni
2025, premi tunasan dan premi pengganti alat panen menjadi premi yang lebih
stabil. Sistem denda panen meliputi denda panen buah hitam (Rp. 500/Kg) dan
denda panen buah kurang matang (Rp. 500/Kg) dengan total denda buah hitam
dan denda buah kuarang matang selama periode Oktober 2024 hingga Juni 2025
sebesar Rp. 495.000.
