• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Fakultas VOKASI
    • Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGARUH LAMA PENGADUK MENGGUNAKAN SHAKER DAN SUHU FERMENTASI PEMBUATAN BIOETANOL DARI NIRA KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae

    Thumbnail
    View/Open
    Miko Damikola TPHP.pdf (1.663Mb)
    Date
    2025
    Author
    Damikola, Miko
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    tebang dan tidak produktif, satu batang pohon sawit tua akan menghasilkan 10 liter nira setiap hari. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2024 hingga Juli 2025 di Laboratorium Terpadu. Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu: lama waktu pengadukan menggunakan shaker dan suhu Sehinggah diperoleh 27unit percobaan. Setiap unit terdiri atas satu sampel fermentasi. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji jarak Duncan pada taraf signifikansi 5% jika terdapat perbedaan nyata. Parameter yang diamati meliputi lama pengadukan menggunakan shaker dan suhu berpengaruh nyata terhadap kadar bioetanol, densitas, rendemen, dan pH akhir fermentasi. Fermentasi nira kelapa sawit paling optimal terjadi pada suhu 30°C dengan lama pengadukan 1 jam. Kondisi ini menghasilkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 44,67%, rendemen 13,23%, densitas terendah (0,924 gr/ml), dan pH akhir paling stabil (4,51). Efisiensi fermentasi menurun secara signifikan jika waktu pengadukan diperpanjang menjadi 2–3 jam atau suhu ditingkatkan hingga 35–40°C, karena peningkatan kadar oksigen terlarut dapat mengganggu kondisi anaerobik yang dibutuhkan Saccharomyces cerevisiae, serta menurunkan aktivitas enzimatis akibat stres suhu. Terdapat hubungan berbanding terbalik antara kadar bioetanol dengan densitas dan penurunan pH: semakin tinggi kadar etanol yang dihasilkan, maka densitas larutan semakin rendah dan pH akhir lebih stabil. Temuan ini menegaskan pentingnya kontrol suhu dan durasi pengadukan dalam menghasilkan bioetanol secara efisien dan berkualitas.
    URI
    https://repository.itsi.ac.id/handle/123456789/184
    Collections
    • Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI

     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Repositori Institut Teknologi Sawit Indonesia - 2025

    Institut Teknologi Sawit Indonesia

    Perpustakaan

    Katalog Perpustakaan

    Ejurnal ITSI