PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI BERBASIS MINYAK JELANTAH DENGAN EXTRAK DAUN SIRIH DAN SERAI
View/ Open
Date
2023Author
Manik, Sonang
Pembimbing
Pada Mulia Raja, Ir. Zulyaden
Metadata
Show full item recordAbstract
Minyak jelantah merupakan minyak yang dihasilkan dari sisa penggorengan atau minyak
goreng yang dipakai berulang-ulang. Minyak goreng yang dipakai secara berulang ulang
dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Diantaranya adalah terbentuknya penebalan
arteri yang disebabkan oleh adanya penumpukan lemak, kolesterol, atau zat lainnya pada
dinding arteri.Lilin aromaterapi juga memiliki fungsi ganda seperti sebagai penolak nyamuk
jika digunakan minyak nilam (Pogostemon cablin B) dan jeruk nipis (Citrusaurantifolia
Swingle) yang telah diolah dan diformulasikan ke dalam bahan lilin. Pembuangan limbah
minyak jelantah masih sangat sering dilakukan oleh karena itu perlu dilakukan pembaruan
dengan cara melakukan pembuatan lilin aromaterapi, minyak jelantah nya tidak akan
terbuang dan bisa diolah kembali. Pembuatan lilin aromaterapi memiliki nilai ekonomi yang
berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif tambahan untuk penghasilan masyarakat.
Pada penelitian ini pembutan lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah dengan ekstrak daun
sirih dan serai dilakukan di Rumah Jl.Tembung, Pasar 4. Waktu Penelitian selama 3 bulan
dari bulan April sampai Juni tahun 2024. Tujuan Penelitian ini berupaya untuk memberikan
edukasi melalui sosialisasi dan praktek pembuatan lilin aromaterapi kepada masyarakat.
Hasil menunjukkan bahwa minyak jelantah dapat diolah menjadi bahan lilin yang
berkualitas baik setelah melalui proses pemurnian. Ekstrak daun sirih dan serai berhasil
memberikan aroma yang segar dan memiliki sifat antibakteri. Lilin yang dihasilkan diuji
berdasarkan durasi pembakaran, stabilitas api, intensitas aroma, dan penampilan fisik. Lilin
aromaterapi berbasis minyak jelantah ini menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam
semua aspek pengujian. Selain itu, penggunaan bahan-bahan alami ini mendukung prinsip
keberlanjutan dan kesehatan. Penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam
memanfaatkan limbah minyak jelantah untuk produk bernilai tambah, serta menyediakan
alternatif lilin aromaterapi yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Diharapkan penelitian
ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dan aplikasi komersial yang lebih
luas.
